- Memindahkan Dana SAL senilai Rp 200 Triliun dari Bank Indonesia (BI) ke Bank Himbara.
- Mengintensifkan pengawasan untuk memberantas peredaran rokok ilegal, baik melalui penjualan daring (e-commerce) maupun luring (warung kelontong).
- Memutuskan untuk tidak menaikkan Harga Jual Eceran (HJE) rokok dan Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk tahun depan.
- Mengejar 200 pengemplang pajak.
- Menaikkan Anggaran Transfer ke Daerah (TKD) dalam RAPBN 2026.
- Mengerahkan ahli eksternal untuk memperbaiki sistem inti (core system) di kementeriannya.
- Membuka layanan pengaduan "Lapor Pak Purbaya".
Tanggapan dari Politikus PDIP
Politikus PDIP, Panda Nababan, memberikan tanggapannya terhadap kinerja Purbaya. Ia menilai Purbaya tidak akan melakukan hal-hal yang menyimpang, termasuk mendekati atau mengambil uang negara yang bukan haknya.
"Ya memang day by day kita akan kelihatan kualitasnya," ucap Nababan. Ia menambahkan bahwa kualitas sesungguhnya dari Purbaya akan terlihat seiring waktu dan bahwa Purbaya adalah orang yang tidak suka bersandiwara.
Nababan juga menyoroti tindakan Purbaya membersihkan internal kementerian, khususnya di sektor Bea Cukai dan Pajak yang disebut sebagai "jantung" Kementerian Keuangan. Menurutnya, tindakan ini memberikan motivasi yang kuat.
Mengenai karakter Purbaya yang dianggap lucu oleh sebagian orang, Nababan justru melihatnya sebagai karakter khas yang menunjukkan ketidaksukaannya terhadap sandiwara. Ia berharap Purbaya berhasil mengatasi persoalan di Bea Cukai dan Pajak, yang jika berhasil akan menjadikannya seorang legenda. Namun, Nababan menekankan bahwa Purbaya perlu didampingi oleh orang-orang yang kuat untuk menyelesaikan tugas tersebut.
Artikel Terkait
Alasan Ahok Mundur dari Pertamina: Beda Pandangan Politik dengan Jokowi Terungkap di Sidang
Eskalasi Iran-AS 2024: Jenderal AS Tiba di Israel, Iran Siap Serang Duluan
Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo ke Polisi: Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi
Aturan Baru BGN: Larangan Bawa Pulang Makanan MBG, Ini Tujuan & Dampaknya