Komitmen Kemen PPPA Wujudkan Pesantren Ramah Anak
Kementerian PPPA berkomitmen penuh untuk mewujudkan Pesantren Ramah Anak yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menghormati hak anak, serta menumbuhkan budaya pengasuhan tanpa kekerasan. Komitmen ini diwujudkan melalui beberapa langkah strategis:
- Integrasi prinsip perlindungan anak ke dalam tata kelola pesantren bersama Kementerian Agama.
- Pelatihan bagi pengasuh, ustaz, dan ustazah tentang pengasuhan tanpa kekerasan.
- Pembentukan Satgas Perlindungan Anak Pesantren (Satgas PAP).
- Penguatan sistem pelaporan dan pengaduan berbasis pesantren melalui SAPA 129 dan SIMFONI PPA.
Kolaborasi Semua Pihak Kunci Utama
Arifah menegaskan bahwa penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak memerlukan kolaborasi dari seluruh pihak. Dia mengajak semua elemen masyarakat untuk bersinergi dalam upaya pencegahan, memastikan kekerasan tidak terjadi di lingkungan pesantren maupun di mana pun.
"Pesantren Ramah Anak adalah cermin tekad kita membangun Indonesia yang beradab dan berkeadilan. Mari kita jadikan pesantren sebagai rumah kasih bagi anak-anak kita,” pungkas Menteri Arifah Fauzi.
Artikel Terkait
USS Abraham Lincoln Siap Serang Iran dalam 1-2 Hari: AS Kerahkan Pesawat Tempur, UEA Tolak
Kemajuan ICBM dan Produksi Nuklir Korea Utara: Ancaman Global yang Makin Nyata
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi
Kapolri Tantang Dicopot! DPR RI Tolak Wacana Penggabungan Polri ke Kemendagri