Meski demikian, Sukamta menyatakan Komisi I DPR akan mendorong pemerintah untuk memperkuat diplomasi olahraga. Langkah ini penting agar atlet Indonesia tetap dapat berpartisipasi dalam ajang internasional sekaligus menyampaikan pesan perdamaian dunia.
"Semestinya IOC, FIFA, dan berbagai federasi olahraga dunia bisa menggunakan instrumen olahraga untuk membawa pesan mulia tersebut. Jika ada negara yang melakukan penjajahan apalagi genosida, harus di-banned, dilarang tampil di semua event olahraga," pungkas Sukamta.
Keputusan IOC untuk menghentikan dialog dengan KOI diambil setelah pemerintah Indonesia membatalkan visa bagi atlet Israel yang rencananya tampil pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 di Jakarta. Dalam pernyataannya, IOC menyatakan keprihatinan terhadap pembatasan akses atlet akibat ketegangan politik.
Artikel Terkait
USS Abraham Lincoln Siap Serang Iran dalam 1-2 Hari: AS Kerahkan Pesawat Tempur, UEA Tolak
Kemajuan ICBM dan Produksi Nuklir Korea Utara: Ancaman Global yang Makin Nyata
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi
Kapolri Tantang Dicopot! DPR RI Tolak Wacana Penggabungan Polri ke Kemendagri