"Allah saja mau memaafkan umatnya ketika dia sudah minta maaf. Apalagi kita manusia. Tidak boleh juga kita melebihi kodrat ilahi kita," tegas Menteri Bahlil.
Bahlil Tidak Tahu Soal Laporan Kader
Menteri yang juga merupakan kader Partai Golkar ini mengaku tidak mengetahui secara detail adanya laporan yang dibuat oleh organisasi sayap partainya, seperti Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), yang melaporkan sekitar 30 akun media sosial terkait kasus meme ini.
Bahlil menyampaikan bahwa kritik terhadap kebijakan yang diambilnya merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, selama kritik tersebut tidak berubah menjadi serangan pribadi atau mengandung unsur rasial.
"Saya jujur ya, saya tidak tahu. Karena sebenarnya kalau saya itu punya kebijakan dikritisi, itu tidak apa-apa. Tapi kalau sudah ke hal yang tidak mendidik, saran saya, demokrasi sih demokrasi, tapi kita harus juga tahu standar etika demokrasi," jelasnya.
Dengan permintaan Bahlil ini, diharapkan persoalan terkait meme yang viral tersebut dapat diselesaikan dengan cara yang lebih elegan dan penuh maaf.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi
Kapolri Tantang Dicopot! DPR RI Tolak Wacana Penggabungan Polri ke Kemendagri
Kapolri Listyo Sigit: Lebih Baik Dicopot Daripada Polri di Bawah Kemendagri
Iran Siaga Tinggi Pasang Mural Ancaman untuk AS, Siap Perang Habis-habisan