Meski bersedia memaafkan, Bahlil menegaskan batas toleransinya yang jelas. Ia menolak keras jika kritik atau serangan pribadi digunakan sebagai alat untuk menekan kebijakan negara.
"Saya tidak mau ada pihak-pihak yang mencoba untuk mendorong keinginannya mengintervensi kebijakan negara. Ini saya tidak mau. Apa pun kita akan pertaruhkan tentang kedaulatan negara. Karena bagi saya, menteri itu adalah pejabat negara pembantu presiden," tegasnya dengan serius.
Pesan Persatuan dalam Kebhinekaan
Di akhir pernyataannya, Bahlil juga menyampaikan pesan penting tentang menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dengan segala keberagamannya.
"Indonesia ini kan milik kita semua. Kita sudah berikrar dalam Sumpah Pemuda: satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Ada Aceh, Maluku, Papua, semua satu kesatuan. Makanya mari kita rawat kebhinekaan ini untuk kebaikan negara," imbaunya.
Latar Belakang Kasus Meme Viral Bahlil Lahadalia
Kasus ini bermula dari viralnya unggahan di berbagai platform media sosial yang memuat konten yang dianggap menghina pribadi Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Viralnya meme tersebut memicu berbagai reaksi dari publik, terutama dari kalangan kader Partai Golkar. Beberapa organisasi sayap partai, termasuk AMPI dan AMPG, telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan sejumlah akun yang diduga sebagai pembuat dan penyebar meme tersebut kepada kepolisian.
Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Merdeka Jakarta, Jumat, 24 Oktober 2025
Artikel Terkait
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi
Kapolri Tantang Dicopot! DPR RI Tolak Wacana Penggabungan Polri ke Kemendagri
Kapolri Listyo Sigit: Lebih Baik Dicopot Daripada Polri di Bawah Kemendagri
Iran Siaga Tinggi Pasang Mural Ancaman untuk AS, Siap Perang Habis-habisan