Pemerintah China akhirnya menyampaikan pernyataan resmi mengenai utang proyek kereta cepat Whoosh yang dihadapi PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Masalah utang ini rencananya akan diselesaikan oleh Danareksa melalui proses restrukturisasi.
Menanggapi perkembangan ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan kesiapan negaranya untuk bekerja sama guna memastikan kelangsungan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Ia menekankan bahwa dampak dan manfaat proyek merupakan hal yang paling utama.
"Perlu ditegaskan bahwa, ketika menilai proyek kereta cepat, selain angka-angka keuangan dan indikator ekonomi, seseorang juga harus mempertimbangkan manfaat publik dan imbal hasil komprehensifnya," ujar Guo seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri China, Jumat (24/10/2025).
Artikel Terkait
Kisah Sudrajat: Rumah Ambrol di Bogor, Anak Putus Sekolah & Bantuan yang Mengalir
Kisah Pilu Sudrajat di Bogor: Rumah Lapuk Jebol & 3 Anak Putus Sekolah
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Cederai HAM dan Hukum Internasional
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Ancam Kepemimpinan di Dewan HAM PBB?