Perusahaan juga aktif menggandeng kreator lokal dan bermitra dengan platform global seperti TikTok dan YouTube. Prinsip dari semua kolaborasi ini, menurut Angela, adalah "creating values together" atau menciptakan nilai bersama.
Masa Depan Media: Kredibilitas dan Akuntabilitas
Angela menegaskan bahwa arah media masa depan harus tetap berpijak pada kepercayaan dan akuntabilitas. Di tengah banjirnya informasi, media memiliki posisi strategis sebagai sumber berita yang kredibel.
"Berita atau news akan selalu relevan karena masyarakat tetap membutuhkan informasi dalam negeri yang terpercaya," katanya. Namun, industri media harus secara konsisten menjaga integritas agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Dukungan dari Platform Digital: Peran TikTok
Pembicaraan dalam panel tersebut juga menampilkan Communication Director TikTok Indonesia, Anggini Setiawan. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab untuk membangun ekosistem digital yang sehat bukan hanya milik media, tetapi juga platform digital.
TikTok berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan keamanan digital. Platform ini memiliki panduan komunitas yang terbuka untuk publik dan dewan penasihat keamanan di setiap negara.
"Moderasi konten kami lakukan dengan kombinasi teknologi mesin dan tim manusia. Tujuannya agar konten pelanggaran dapat dihapus sebelum sempat dilihat oleh pengguna. Lebih dari 98 persen konten pelanggaran kami turunkan secara proaktif," jelas Anggini.
Untuk meningkatkan transparansi, TikTok telah membuka pusat transparansi atau transparency center di Singapura dan merilis laporan transparansi secara berkala setiap kuartal.
Komunikasi Krisis di Era Digital menurut Pertamina
Corporate Secretary PT Pertamina, Arya Dwi Paramita, menyoroti perubahan pola komunikasi publik saat menghadapi krisis informasi. Ia mengibaratkan isu di dunia digital seperti kebakaran lahan gambut yang menyebar dari bawah permukaan.
"Strategi komunikasinya harus dua arah, baik ke atas maupun ke bawah," ujarnya. Arya berharap media arus utama dapat berperan aktif dalam mengedukasi publik sehingga masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak valid.
Diskusi panel IDC 2025 ini menyimpulkan bahwa kolaborasi strategis antara media, platform teknologi, korporasi, dan kreator merupakan jalan terbaik untuk memperkuat fondasi ekosistem digital Indonesia yang berdaya saing dan berintegritas.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi
Kapolri Tantang Dicopot! DPR RI Tolak Wacana Penggabungan Polri ke Kemendagri
Kapolri Listyo Sigit: Lebih Baik Dicopot Daripada Polri di Bawah Kemendagri
Iran Siaga Tinggi Pasang Mural Ancaman untuk AS, Siap Perang Habis-habisan