Sebagai menteri yang bertugas membantu presiden, Bahlil mengaku harus selalu siap kapan pun dipanggil, termasuk untuk rapat di luar jam kerja.
"Jadi sebagai pembantu Bapak Presiden, harus selalu siap setiap saat. Harus siap untuk menyiapkan materi baik diminta maupun tidak diminta. Jadi ketika diminta seperti hari ini, ya kita harus melaporkan semuanya," tuturnya.
Prabowo: Reshuffle untuk Kepentingan Rakyat
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya menghadapi dinamika politik pasca-reshuffle kabinet. Ia mengungkapkan proses pemberian peringatan hingga tiga kali sebelum memutuskan pergantian menteri.
“Kalau ada satu-dua (menteri) nakal, saya peringati. Satu kali peringatan masih nakal, dua kali peringatan, tiga kali apa boleh buat, reshuffle. Harus diganti, karena demi negara, bangsa, dan rakyat, tidak boleh ada rasa kasihan. Yang kasihan itu rakyat Indonesia,” tutur Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa ia tidak peduli jika dibenci oleh mantan menteri yang digantinya, karena yang terpenting adalah bekerja untuk kepentingan rakyat.
Sumber: https://www.inilah.com/bahlil-pasrah-rapat-di-akhir-pekan-jadi-rutinitas-presiden-prabowo
Artikel Terkait
Kemajuan ICBM dan Produksi Nuklir Korea Utara: Ancaman Global yang Makin Nyata
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi
Kapolri Tantang Dicopot! DPR RI Tolak Wacana Penggabungan Polri ke Kemendagri
Kapolri Listyo Sigit: Lebih Baik Dicopot Daripada Polri di Bawah Kemendagri