Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk bekerja dengan benar dan berintegritas. Dalam orasinya di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Prabowo menyatakan kesiapan untuk melakukan reshuffle jika peringatan tidak diindahkan.
"Karena anak buah saya hebat-hebat. Ya kalau ada satu dua nakal, saya peringati ya kan?" kata Prabowo. Ia menjelaskan mekanisme tiga kali peringatan sebelum reshuffle: "Satu kali peringatan masih nakal, masih nggak mau dengar, dua kali peringatan. Tiga kali, apa boleh buat, reshuffle."
Prioritas Utama Kesejahteraan Rakyat
Prabowo menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah kesejahteraan rakyat Indonesia, bukan perasaan kasihan terhadap individu menteri. "Harus diganti karena demi negara bangsa dan rakyat tidak boleh ada rasa kasihan. Yang kasihan rakyat Indonesia," tegasnya.
Presiden juga menyatakan ketidaktakutannya terhadap kebencian dari koruptor dan manipulator, serta komitmennya untuk menghadapi segala bentuk perlawanan dengan dukungan rakyat Indonesia.
Artikel Terkait
Kemajuan ICBM dan Produksi Nuklir Korea Utara: Ancaman Global yang Makin Nyata
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi
Kapolri Tantang Dicopot! DPR RI Tolak Wacana Penggabungan Polri ke Kemendagri
Kapolri Listyo Sigit: Lebih Baik Dicopot Daripada Polri di Bawah Kemendagri