Di tempat kejadian, Stevanus Revaldo menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak pondok pesantren, NU, dan Banser yang merasa tersinggung dengan kontennya.
"Saya mohon maaf sebesar-besarnya kalau ada pihak-pihak, terutama dari pondok pesantren, pihak NU dan Banser yang merasa tersinggung," ujar Stevanus.
Ia menyadari bahwa kontennya tidak pantas ditayangkan di media sosial, meski ia mengaku tidak ada maksud untuk menyinggung. Stevanus menjelaskan, tujuan pembuatan konten tersebut adalah untuk mengalihkan perhatian publik terhadap isu undang-undang reses.
"Kita stop dulu membahas ini, kita fokus ke masalah undang-undang reses itu. Tapi ternyata masih melukai dari NU, Banser. Makanya, saya mohon maaf sekali, kalau saya belum bisa mengelola kata-kata kurang pantas," tambahnya.
Penyelesaian di Kantor Polisi
Petugas kepolisian yang mengawal kejadian ini akhirnya membawa kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan secara lebih lanjut di kantor polisi. Hal ini dilakukan untuk memastikan komunikasi berjalan baik dan tidak menimbulkan konflik lebih lanjut.
Sumber: Disway
Artikel Terkait
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi
Kapolri Tantang Dicopot! DPR RI Tolak Wacana Penggabungan Polri ke Kemendagri
Kapolri Listyo Sigit: Lebih Baik Dicopot Daripada Polri di Bawah Kemendagri
Iran Siaga Tinggi Pasang Mural Ancaman untuk AS, Siap Perang Habis-habisan