Peringatan Bahaya bagi Industri Televisi
Masduki memperingatkan bahwa membiarkan hal seperti ini sangat berbahaya bagi masa depan industri pertelevisian Indonesia. Pola pikir yang tidak inklusif dan sinis berpotensi menimbulkan masalah serupa di masa depan.
"Kalau misalnya pemahaman yang seperti itu dibiarkan bertumbuh kembang di dunia pertelevisian, kita hanya akan menunggu waktu nanti suatu saat akan muncul kembali kejadian serupa," tegasnya lagi.
Ia menambahkan bahwa industri televisi membutuhkan pandangan yang inklusif dan yang terpenting adalah mengedepankan toleransi terhadap perbedaan. "Jangan sinis terhadap pemahaman orang lain," tandasnya.
Dengan demikian, MUI mendorong langkah yang lebih substantif daripada sekadar penghentian program, yaitu dengan melakukan pembenahan dan evaluasi mendalam terhadap kualitas SDM di stasiun televisi.
Artikel Terkait
Foto Satelit AS ke Malaysia Bikin Warganet Khawatir: Kami Cuma Punya Minyak Goreng!
Roy Suryo Pakai Louis Vuitton ke Polda, Kembali Tuntut Ijazah Jokowi Dibuka
ASN Dinas Pendidikan Indramayu Ditahan, Tersangka Korupsi Bantuan PKBM Rp 1,4 Miliar
Aturan Cukai Baru Purbaya: Legalkan Rokok Ilegal & Tambah Tarif Pekan Depan