Burung Kedasih atau burung wiwik ini dikenal sebagai burung parasit oleh beberapa kelompok burung.
Wiwik termasuk dalam kelompok burung cucu yang dikenal karena perilaku parasitisme sarang.
Beberapa spesies wiwik meletakkan telur mereka di sarang burung lain, dan ketika telur itu menetas, anak wiwik akan dibesarkan oleh pasangan burung inang.
Selain sifatnya yang merugikan burung lain burung kedasih atau burung wiwik ini dikenal juga sebagai burung pembawa bencana dan malapetaka.
Kicau yang khas dengan bunyi “tuiiiit...tuiiiit.. tuiiit..tit.tit.tit.tit.tit.” lalu biasanya diteruskan dengan bunyi “tiiiit.. tut…tiiiiiit..tut.. tiiiiiiit...” membuat warga dengan mudah menebak.
Salah sesepuh menceritakan bahwa, suara burung kedasih terdengar memilukan bukan tanpa sebab. Sesepuh tersebut kemudian menceritakan sebuah dongen yang berkisah bahwa burung kedasih sejatinya bukan burung dari tanah Jawa.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: hops.id
Artikel Terkait
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran, Trump Kirim Kapal Induk & Peringatkan Waktu Semakin Menipis
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Analisis Lengkap Strategi Pengalihan Isu & Dampak Restorative Justice
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra: Tambang Agincourt Milik Astra Dialihkan ke Perminas
Hotman Paris Bantu Korban Es Gabus Viral: Perempuan Pemicu Fitnah Dicari