GELORA.ME - Militer Israel telah membangun sistem pompa besar guna membanjiri terowongan-terowongan bawah tanah di Jalur Gaza yang disebut telah dimanfaatkan Hamas dan sekutunya sebagai 'pusat komando'.
Saat pertempuran 7 Oktober pecah, berbagai laporan media menyebut Hamas telah menyembunyikan para sandera di berbagai terowongan bawah tanah Jalur Gaza — meski salah seorang tawanan asal Thailand menyebut, selama beberapa pekan dia ditahan di sebuah rumah.
Mengutip pejabat Amerika Serikat, informasi tersebut disampaikan Wall Street Journal dalam laporannya pada Senin (4/12). Namun, tidak disebutkan apakah Israel akan mempertimbangkan memakai pompa ini sebelum seluruh sandera dibebaskan.
"Sekitar pertengahan November, tentara Israel menyelesaikan pemasangan sedikitnya lima pompa sekitar satu mil sebelah utara kamp pengungsi Al-Shati yang dapat memindahkan ribuan meter kubik air per jam, membanjiri terowongan-terowongan tersebut dalam beberapa minggu," bunyi laporan Wall Street Journal.
Hingga berita ini dirilis, Reuters belum dapat memverifikasi laporan yang dipublikasikan Wall Street Journal. Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) pun belum berkomentar mengenai laporan ini.
Ketika ditanya mengenai laporan itu, seorang pejabat AS mengatakan bahwa 'masuk akal' bagi Israel jika ingin melumpuhkan terowongan-terowongan di Jalur Gaza dengan berbagai cara — demi menumpas Hamas.
Wall Street Journal menambahkan, pejabat Israeli Defense Forces (IDF) enggan pula berkomentar rinci soal laporannya. Tetapi, dia membenarkan bahwa IDF akan mengupayakan segala cara di seluruh aspek untuk menghancurkan Hamas.
Artikel Terkait
Gaji Pegawai Pajak 2024: Tunjangan Kinerja (Tukin) Capai Rp100 Juta+ Per Bulan
Keracunan Massal MBG Soto Ayam di Mojokerto: 261 Siswa Terdampak, 121 Dirawat
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak Kandung & Tuntutan Rp 7 Miliar: Fakta Terbaru
Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran: Analisis Protes Berdarah & Ancaman Balasan