Menurut seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri, Blinken menganggap penting untuk memberikan informasi terbaru kepada Abbas "tentang banyak pekerjaan yang telah dilakukan dalam beberapa pertemuan dengan pemerintah Israel".
Pejabat tersebut mengatakan, Blinken telah memberitahu Abbas terkait bagaimana AS telah menekan Israel untuk meminimalkan kerugian sipil.
Selain itu, Blinken juga berupaya untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza dan memulihkan layanan penting.
Blinken menyarankan Otoritas Palestina dapat memainkan peran dalam masa depan Gaza jika Hamas dilenyapkan.
Namun, topik pemerintahan masa depan Gaza "bukanlah fokus pembicaraan" antara Blinken dan Abbas pada hari Minggu, kata pejabat itu.
Pertemuan ini, yang digambarkan oleh pejabat tersebut sebagai "produktif dan konstruktif", malah berfokus pada situasi Gaza saat ini dan situasi di Tepi Barat.
Abbas memiliki "posisi yang serupa" dengan para menteri luar negeri Mesir dan Yordania mengenai perlunya gencatan senjata di Gaza.
Sebaliknya, AS menyerukan "jeda kemanusiaan" untuk memungkinkan peningkatan bantuan mengalir ke wilayah tersebut dan warga sipil dapat meninggalkan wilayah yang dilanda perang tersebut.
Duta besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot menggambarkan pertemuan Blinken dengan Abbas sebagai pertemuan yang menegangkan.
Zomlot kepada CBS News mengatakan, Abbas telah menuntut gencatan senjata segera atas serangan kejam dan mematikan yang dilakukan Israel terhadap warga sipil.
"Kita perlu melihat AS memainkan peran sebagai mediator yang jujur, bukan mengadopsi narasi Israel," kata Zomlot.
"Kami membutuhkan orang dewasa untuk hadir dan itu adalah AS – sayangnya, kami belum mendengarnya dan belum membuat pernyataan bersama," lanjutnya.
Menurut pembacaan Departemen Luar Negeri AS mengenai pertemuan tersebut, Blinken dan Abbas membahas tentang upaya untuk memulihkan ketenangan dan stabilitas di Tepi Barat.
Termasuk perlunya menghentikan kekerasan ekstremis terhadap warga Palestina dan meminta pertanggungjawaban mereka.
Dalam pertemuan itu, Blinken menegaskan kembali komitmen AS terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa.
Blinken juga menegaskan dimulainya kembali layanan penting di Gaza dan menjelaskan bahwa warga Palestina tidak boleh dipindahkan secara paksa.
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
Kisah Sudrajat: Rumah Ambrol di Bogor, Anak Putus Sekolah & Bantuan yang Mengalir
Kisah Pilu Sudrajat di Bogor: Rumah Lapuk Jebol & 3 Anak Putus Sekolah
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Cederai HAM dan Hukum Internasional
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Ancam Kepemimpinan di Dewan HAM PBB?