“Perdana Menteri memperjelas bahwa Israel telah diserang oleh para pembunuh yang brutal dan keji, serta telah berperang dengan tekad dan persatuan, dan tidak akan berhenti sampai mereka menghancurkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas,” begitu pernyataan yang dikutip ANI News.
Pernyataan itu juga menyebut Netanyahu menekankan kepada Putin bahwa Israel tidak akan menyerah sampai membinasakan Hamas.
Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, selama percakapan telepon mereka, Putin menyoroti langkah-langkah yang diambil Rusia untuk menghentikan pertumpahan darah di Jalur Gaza agar tidak semakin meningkat.
“Presiden Putin memaparkan langkah-langkah yang diambil Rusia untuk mencegah peningkatan kekerasan lebih lanjut di Jalur Gaza,” kata Kemlu Rusia.
Putin juga menyampaikan keinginan Rusia untuk mengakhiri krisis antara Israel dan Hamas dengan cara politik dan diplomatik.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Bappenas: Program Makan Bergizi (MBG) Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja, Ini Alasannya
Pro Kontra Kasus Es Gabus Spons: Analisis Pandangan Firdaus Oiwobo vs Susno Duadji
Babinsa Serda Heri Dihukum 21 Hari Usai Tuduh Pedagang Es Kue Pakai Spons
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo: Waspada Siasat Dewan Perdamaian AS-Israel Caplok Palestina