Jokowi juga sudah menyebut Nasdem bukan dari koalisi pendukung pemerintah karena telah bergabung dengan Koalisi Perubahan. Terbaru, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate sudah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang kemudian dikaitkan dengan pilihan politik Nasdem.
Dia pun meyakini renggangnya hubungan Nasdem dan Jokowi ini akan terus berlangsung dalam kontestasi pilpres mendatang.
"Perseteruan Nasdem dan Jokowi akan berlangsung dingin, mengingat Jokowi yang berkarakter demikian, ia mudah memusuhi tetapi sering tidak secara langsung. Pun Surya Paloh, ia punya banyak catatan kepiawaian politik, sangat mungkin Nasdem juga akan secara dingin hadapi tekanan dan manuver Jokowi saat ini," katanya.
Dedi menilai, strategi 'perang dingin' ini perlu diterapkan Nasdem alih-alih melakukan serangan balik secara frontal. Hal ini sebagai langkah aman sebagai pihak yang ditekan dan dizalimi oleh pihak penguasa.
"Karena ia akan dianggap sebagai pihak yang ditekan sekaligus didzalimi, dibanding harus menyerang balik maka Jokowi bisa saja memenangi seteru politik itu," ujarnya.
Sumber: news.republika.co.id
Artikel Terkait
Eskalasi Iran-AS 2024: Jenderal AS Tiba di Israel, Iran Siap Serang Duluan
Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo ke Polisi: Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi
Aturan Baru BGN: Larangan Bawa Pulang Makanan MBG, Ini Tujuan & Dampaknya
Polisi dan TNI Minta Maaf, Hasil Lab Buktikan Es Gabus Aman dari Spons