Baginya, kekayaan alam Indonesia berupa mineral, emas, nikel, minyak, dan gas adalah anugerah Tuhan yang harus dimanfaatkan secara optimal demi kemaslahatan dan kesejahteraan bangsa.
Konflik Internal PBNU dan Isu Investor Tambang
Masih terkait isu pertambangan, Ulil sebelumnya mengungkapkan bahwa kisruh di tubuh PBNU dipicu oleh perbedaan pandangan antara Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dengan Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Perbedaan tersebut ternyata berkaitan dengan investor yang akan membantu pengelolaan konsesi tambang yang diberikan pemerintah kepada PBNU.
Gus Yahya disebut ingin mengganti investor sesuai dengan keinginan pemerintahan saat ini, karena investor sebelumnya dinilai tidak memiliki posisi politik yang kuat.
Sementara itu, Gus Ipul tetap ingin mempertahankan investor lama yang telah menjalin hubungan sejak era kepemimpinan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Isu ini semakin memanaskan perdebatan publik mengenai arah kebijakan pertambangan nasional dan peran organisasi masyarakat seperti NU di dalamnya.
Artikel Terkait
KPK Didesak Tetapkan Bos Maktour Fuad Masyhur Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji
Gibran Santai Tanggapi Roasting Pandji di Mens Rea: Lucu, Nomor Satu di Netflix
Meutya Hafid Diminta Mundur, Dinilai Gagal Berantas Judi Online: Ini Kata PP GPA
Tifatul Sembiring Bela Pandji Pragiwaksono: Jangan Cari-cari Delik Hukum, Generasi Muda Punya Cara Kritik Sendiri