“Ada kemungkinan kebocoran ini adalah serangan balik. Ketika Sjafrie masuk terlalu dalam ke operasi tidak resmi perusahaan China, muncul respons melalui area yang paling sensitif,” jelas Amir.
Dampak Geopolitik yang Mengkhawatirkan bagi Indonesia
Kebocoran percakapan tingkat tinggi seperti ini dapat membawa dampak luas bagi Indonesia di kancah global:
- Persepsi China: Indonesia bisa dilihat sebagai negara yang tidak solid, terutama karena menyentuh isu sensitif seperti Taiwan dan Papua.
- Peluang bagi AS dan Sekutu: Dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pengaruh dan operasi intelijen mereka di kawasan Indo-Pasifik.
- Reputasi Keamanan Nasional: Indonesia berisiko dipandang sebagai negara dengan tingkat penetrasi asing yang tinggi, yang dapat melemahkan posisi tawar dalam negosiasi pertahanan, investasi, dan kerja sama militer.
Skenario Kontestasi Kekuatan Domestik
Amir juga tidak menutup kemungkinan bahwa kebocoran ini berasal dari dinamika internal, dengan beberapa skenario:
- Target Menurunkan Reputasi Sjafrie: Sebagai balasan atas pengungkapan bandara ilegal Morowali.
- Serangan Politik ke Prabowo: Untuk menggiring opini bahwa Presiden tidak mampu menjaga rahasia negara.
- Upaya Penekanan ke China: Memaksa pemerintah Indonesia agar lebih lunak terhadap aktivitas perusahaan China dengan membocorkan isu sensitif.
Pentingnya Operasi Counter-Intelligence Segera
Amir Hamzah menegaskan bahwa pemerintah harus segera melakukan operasi penyelidikan besar-besaran (counter-intelligence sweep). Pemeriksaan mendalam harus dilakukan pada seluruh perangkat komunikasi, staf istana, Kemenhan, lembaga intelijen, dan jaringan IT terkait.
“Kasus seperti ini tidak bisa diredam dengan pernyataan pers. Harus ada operasi pembersihan. Siapa pun yang membocorkan percakapan ini harus ditemukan, tidak peduli jabatannya,” tegas Amir.
Kebocoran ini menandai babak baru dalam dinamika geopolitik Indonesia, mempertaruhkan kepentingan nasional di tengah penetrasi asing dan friksi internal. Respons yang cepat dan tegas mutlak diperlukan untuk mencegah reputasi Indonesia sebagai negara dengan kebocoran intelijen tinggi di mata dunia.
Artikel Terkait
Tifatul Sembiring Bela Pandji Pragiwaksono: Jangan Cari-cari Delik Hukum, Generasi Muda Punya Cara Kritik Sendiri
SP3 Eggi Sudjana & Damai Lubis: Dokter Tifa Kritik Keras Abuse of Power Pasca Sowan ke Jokowi
Ferdinand Hutahaean Tantang KPK Panggil Jokowi: Analisis Kasus Korupsi Kuota Haji
Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Laboratorium Hukum Nasional Menurut Susno Duadji