Efisiensi di Slogan, Jabatan Terus Bertambah
Salah satu sorotan utama adalah kebijakan efisiensi yang justru diiringi dengan pembagian jabatan yang terus berlanjut. Menurut Ray, praktik ini jelas bertentangan dengan prinsip efisiensi dan efektivitas yang digaungkan pemerintah.Transfer Ke Daerah Dipotong, Pejabat Baru Dilantik
Pertentangan lainnya terlihat dari kebijakan fiskal. Ray menyoroti pemotongan Transfer Ke Daerah (TKD) yang membuat daerah kekurangan anggaran, sementara di sisi lain, pemerintah pusat terus melantik pejabat-pejabat baru. "Daerah kekurangan uang, uang yang ada dibagi-bagi untuk pejabat baru. Alias, setahun ini, pejabat dimanja," ungkapnya.Wamen dan Rangkapan Jabatan di BUMN
Lambatnya penanganan rangkap jabatan Wakil Menteri sebagai Komisaris BUMN juga menjadi bahan kritik. Padahal, Mahkamah Konstitusi (MK) melalui Putusan Nomor 128/PUU-XXIII/2025 telah melarang praktik tersebut. Ray mengkritik kelambanan ini dan menyebut kemungkinan pemerintah menunggu hingga dua tahun, yang berpotensi menyedot lebih banyak anggaran BUMN.Reformasi Polri yang Meredup
Komitmen reformasi Kepolisian juga dinilai meredup. Janji Presiden Prabowo untuk mengumumkan anggota Komite Reformasi Polri setelah kembali dari PBB ternyata tidak kunjung direalisasi. "Dua pekan setelah itu, alih-alih diumumkan, bahkan terasa makin redup," ujar Ray.Tupoksi Wapres Gibran yang Belum Jelas
Terkait kinerja Wapres Gibran Rakabuming Raka, Ray menyoroti belum adanya tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang jelas. Undang-undang sebenarnya menugaskan Wapres sebagai Ketua Percepatan Kesejahteraan Papua. Namun, aktivitas Gibran dinilai lebih banyak berkutat di Jakarta, seperti menyambangi sekolah-sekolah umum, dan jarang menjalankan tugasnya di Papua.Sumber artikel asli: https://www.gelora.me/2025/10/setahun-presiden-prabowo-jabatan-terus.html
Artikel Terkait
Jaksa Agung Mutasi Nurcahyo ke Kajati Kalteng, Ini Profil dan Kasus Besar Nadiem yang Pernah Ditanganinya
Polisi Gadungan Asal Magetan Tipu Perempuan Tuban Rp 170 Juta Lewat Modus Pacaran, Ini Barang Buktinya
Perbedaan Mendasar Kasus Ira Puspadewi dan Tom Lembong: Analisis Lengkap
Muhammad Kerry Bantah Ayahnya Riza Chalid Terlibat Korupsi Pertamina Rp285 Triliun