GELORA.ME - Simulasi kandidasi ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ikut masuk dalam materi survei terbaru Politika Research and Consulting (PRC). Menariknya, nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi lebih banyak dipilih responden.
Direktur Eksekutif PRC, Faris Widoyatmoko memaparkan hasil surveinya tersebut dalam jumpa pers di Pendopo Rakyat Cendekia, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis 26 Juni 2025.
"Menariknya, di PSI ini keluarga Pak Jokowi mendominasi atau menguasai bursa calon ketua umum," ujar Faris.
Nama Jokowi paling banyak dipilih responden yaitu 21,4 persen, disusul putra bungsunya, Kaesang Pangarep di urutan kedua yang memperoleh 14,0 persen, dan urutan ketiga putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka sebesar 9,1 persen.
"Ini kalau versi opini publiknya, ya publik berharap Pak Jokowi, Mas Kaesang dan Mas Gibran," sambungnya.
Kendati nama Jokowi dipilih mayoritas responden, Faris mendapati realitas sekarang ini hanya ada tiga orang yang mencalonkan sebagai ketua umum PSI.
"Mas Kaesang, Agus Herlambang dan Bro Ron gitu ya. Dan relatif lumayan yang paling tinggi Mas Kaesang, dan yang kedua adalah Mas Agus Herlambang. Mungkin dua orang ini yang menurut kami cukup kompetitif ya, ke depan akan bersaing," tuturnya.
"Sebab nama Pak Jokowi, Mas Gibran dan yang lainnya tidak mencalonkan, hanya ada tiga calon. Ini awareness-nya terkait pemilihan ketua umum PSI," demikian Faris.
Survei PRC kali ini melibatkan responden sebanyak 1.010 orang, dari total calon responden sebanyak 23.026 orang, yang diwawancarai melalui telepon.
Adapaun margin of error survei PRC kali ini sebesar 3,0 persen, dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
KPK Didesak Tetapkan Bos Maktour Fuad Masyhur Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji
Gibran Santai Tanggapi Roasting Pandji di Mens Rea: Lucu, Nomor Satu di Netflix
Meutya Hafid Diminta Mundur, Dinilai Gagal Berantas Judi Online: Ini Kata PP GPA
Tifatul Sembiring Bela Pandji Pragiwaksono: Jangan Cari-cari Delik Hukum, Generasi Muda Punya Cara Kritik Sendiri