GELORA.ME - Bacapres Koalisi Perubahan dan Persatuan (KPP) Anies Baswedan terus menyerukan perubahan sepanjang safari politik ke berbagai daerah. Perubahan ini kerap diasosiasikan dengan tidak melanjutkan program Jokowi, walaupun Anies sudah berkali-kali membantah persepsi itu.
Melanjutkan atau tidak program Jokowi juga berpengaruh pada kenaikan elektabilitas mereka di Pilpres nanti. Termasuk, kepada Anies.
Hasil survei Litbang Kompas, Agustus 2023, Anies mendapat kenaikan elektabilitas hingga 7% dibanding tidak meneruskan program Jokowi.
"Pilihan untuk meneruskan program kerja pemerintahan Jokowi berpotensi meningkatkan elektabilitas Anies hingga sekitar 7 persen," kata Litbang Kompas.
"Ketimbang sebaliknya, yakni tidak melanjutkan program kerja kabinet sekarang."
Hal ini tentu menjadi menarik. Apakah PKS, NasDem, dan Demokrat sebagai mitra koalisi akan mengkampanyekan untuk meneruskan program Jokowi demi mendongkrak elektabilitas.
Meski begitu, Anies tetap berada di posisi ketiga dibanding dua calon lainnya, yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Dalam hal efek dari melanjutkan program Jokowi, Ganjar mendapat elektabilitas tertinggi.
"Ada potensi peningkatan elektabilitas jika masing-masing bakal calon presiden memilih melanjutkan program-program kerja kabinet pemerintahan Jokowi," tulis Kompas dalam temuan hasil survei Agustus 2023, dikutip Rabu (23/8).
Berikut data lengkapnya korelasi meneruskan program Jokowi dengan elektabilitas capres:
Ganjar:
Artikel Terkait
KPK Finalisasi Kerugian Negara Kasus Korupsi Kuota Haji 2024, Yaqut-Gus Alex Tersangka
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Keadilan Restoratif Terjungkirbalik, Kata Aktivis
Prodem Minta Polri Tetap di Bawah Presiden: Alasan, Dampak, dan Analisis Lengkap
SP3 Eggi Sudjana Bermasalah Hukum: Pengamat Soroti Pelanggaran KUHAP & Restorative Justice