Terlepas dari siapapun yang berhasil menduduki tampuk kekuasaan di periode mendatang, kata dia, sangat perlu untuk melakukan evaluasi atas kerja sama yang sudah dijalin dengan China.
Yeta Purnama, peneliti CELIOS lainnya, mengatakan, tiap kandidat Capres 2024 perlu melihat secara jernih risiko model pinjaman atau utang China, khususnya di proyek infrastruktur. Selain itu, pemerintah harus mampu membuka ruang renegosiasi terhadap proyek yang dirasa menjadi beban terhadap APBN dan keuangan BUMN.
“Presiden terpilih juga harus lebih berani bersikap tegas terhadap polemik Laut China Selatan dan topik HAM yang berkaitan dengan Xinjiang. Isu lingkungan, perlindungan terhadap kesejahteraan pekerja lokal di proyek yang didanai investor China, serta arah hilirisasi yang lebih selaras dengan peningkatan nilai tambah, juga penting untuk dijadikan agenda utama dalam berinteraksi dengan China ke depannya,” kata Yeta.
Sumber: inilah.
Artikel Terkait
Desak Prabowo Copot Dahnil Anzar, Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Cangkem ke Anwar Abbas
PBNU Kritik Keras Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab dan Tak Etis
Anies Baswedan Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Respons Santainya Viral
Prabowo Ultimatum Koruptor: Saya Hanya Takut Sama Tuhan dan Rakyat