Menanggapi hal tersebut, Rocky menyebut perjanjian politik di kertas apapun bisa dengan mudah dihapus oleh pihak-pihak yang berkuasa nantinya.
“Di atas kertas apapun, perjanjian politik itu adalah tulisan yang dengan mudah dihapus oleh timbangan kekuatan nanti,” ujar Rocky, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube pribadi pada Selasa (13/6/2023).
Ahli ilmu filsafat ini kemudian mensimulasikan situasi di mana Ganjar mampu mengatasai tekanan dari internal PDIP lalu mampu membatalkan perjanjian Batu Tulis yang disepakati saat pencalonan.
“Bayangkan misalnya kalau Ganjar jadi presiden dan ternyata dia mampu untuk mengatasi tekanan dari internal PDIP lalu dia bilang ‘iya pernah buat perjanjian di Batu Tulis tapi kan tulisannya sudah saya hapus’,” ujar Rocky.
Pasalnya, PDIP juga pernah ‘menghapus’ perjanjian politiknya dengan Prabowo Subianto. “Ini juga mengingatkan kita perjanjian dengan ibu Mega dan Pak Prabowo juga nggak efektif. Nggak ada yang dijalankan itu,” pungkas Rocky.
Sumber: suara
Artikel Terkait
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Keadilan Restoratif Terjungkirbalik, Kata Aktivis
Prodem Minta Polri Tetap di Bawah Presiden: Alasan, Dampak, dan Analisis Lengkap
SP3 Eggi Sudjana Bermasalah Hukum: Pengamat Soroti Pelanggaran KUHAP & Restorative Justice
Noel Ebenezer Peringatkan Purbaya: Hati-Hati, Anda Akan di-Noel-kan!