Dari sisi fiskal, pemerintah berkomitmen menjaga defisit fiskal di bawah 3 persen dari PDB. Komitmen ini memperkuat stabilitas ekonomi Indonesia dalam jangka menengah.
Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pemantauan terhadap perkembangan ekonomi global dan domestik akan terus dilakukan untuk mengambil langkah kebijakan yang diperlukan.
Pertahannya peringkat BBB ini menunjukkan resiliensi ekonomi Indonesia di mata lembaga pemeringkat internasional. Outlook stabil yang diberikan R&I mencerminkan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.
Artikel Terkait
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak, dan Prospek ke Depan
IHSG Rawan Koreksi 5 November 2025: Analisis Teknis & Rekomendasi Saham PTBA, MYOR, HEAL
IHSG Melemah 0,51% ke 8.200, RISE dan IPAC Jadi Top Losers Terbesar
CBRE (Cakra Buana Resources Energi) Raih Pinjaman Rp803 Miliar dari BRI untuk Kapal Hai Long 106: Strategi dan Dampaknya