Beberapa faktor pendukung penilaian R&I meliputi stabilitas inflasi, tingkat utang pemerintah yang rendah, serta penerapan kebijakan moneter dan fiskal yang prudent. Ekspansi demografi, kekayaan sumber daya alam, dan pertumbuhan sektor industri pengolahan juga menjadi dasar penilaian positif.
R&I memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 akan mencapai sekitar 5 persen, sesuai dengan proyeksi BI di kisaran 4,6-5,4 persen. Inflasi diperkirakan tetap dalam target, sementara defisit transaksi berjalan diproyeksikan stabil di level 1 persen dari PDB.
Komitmen fiskal pemerintah juga diapresiasi, dengan defisit fiskal yang konsisten dijaga di bawah 3 persen dari PDB. Ke depan, BI akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik serta memperkuat koordinasi kebijakan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak, dan Prospek ke Depan
IHSG Rawan Koreksi 5 November 2025: Analisis Teknis & Rekomendasi Saham PTBA, MYOR, HEAL
IHSG Melemah 0,51% ke 8.200, RISE dan IPAC Jadi Top Losers Terbesar
CBRE (Cakra Buana Resources Energi) Raih Pinjaman Rp803 Miliar dari BRI untuk Kapal Hai Long 106: Strategi dan Dampaknya