"Apakah benar? kita belum sempat ke sana karena investigasi kita soal laporan dan informasi itu langsung diambil alih oleh pemerintah, Kemenkopolhukam," ungkapnya dilansir dari tvOnenews.com.
Di sisi lain, Kemenag Kanwil Jawa Barat mengaku baru mengetahui dugaan adanya tempat ibadah agama Yahudi di Pondok Pesantren Al Zaytun. Hal ini diungkap langsung oleh Kabag TU Kanwil Kemenag Jabar, Ali Abdul Latief.
"Belum tahu, nanti akan dicek informasi tersebut baru tahu malah," ungkapnya.
Sedangkan Ketua PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhamad menyebut bahwa hal tersebut adalah benar dan mempertanyakan mengapa harus ada tempat ibadah orang Yahudi di kawasan Pondok Pesantren Al Zaytun.
"Diduga indikasi NII benar adanya negara di dalam negara, karena NII kan ingin mengubah negara Indonesia ini menjadi negara Islam, meskipun bukan kelompok terorisme, secara terselubung ingin mendirikan negara," katanya.
Juhadi mengatakan bahwa sejak awal NU Jabar sudah mendorong supaya pemerintah segera menyelesaikan kontroversi Al Zaytun. Salah satunya segera menyelamatkan ribuan santri supaya tidak terjerumus lebih jauh di antara kontroversi tersebut.
Sumber: viva
Artikel Terkait
Longsor Cisarua Bandung: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas
Meteor Jatuh di Danau Maninjau 2026? Ini Klarifikasi Resmi Polisi
Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes Lombok Tengah: 5 Santriwati Korban, Pelaku Diduga Petinggi MTF