Tak hanya digunakan untuk kendaraan listrik,
baterai ini juga ditujukan untuk proyek komersial lainnya, termasuk peralatan elektronik.
Proyek ini sejalan dengan investasi Tesla di China,
yang sebelumnya telah membangun pabrik otomotif dan meluncurkan produk kendaraan listrik Model 3 dan Model Y.
Baca Juga: Manis Pahit dalam Seteguk, Resep Es Teh Legit Minuman yang Memikat Lidah
Keberadaan pabrik Megapack merupakan respons strategis Tesla untuk memperkuat posisinya
di pasar mobil listrik (EV) dan merambah ke sektor energi baru yang lebih besar di China.
Langkah Tesla ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan ini bersiap untuk bersaing
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Review Polytron Fox R: Ojol Tempuh 200 Km, Biaya Cuma Rp 10 Ribu!
Hyundai New Creta Alpha 2026: Review Lengkap Spesifikasi, Fitur, Harga & Keunggulan
Afeela by Sony Honda Mobility: Mobil Listrik Pertama dengan PS Remote Play untuk Main Game PS5
Mobil Nasional i2C: SUV Listrik Indonesia Harga di Bawah 300 Juta?