Deng Ical mendesak Pemerintah Indonesia agar bersikap tegas dan kritis sebagai bagian dari BoP. Indonesia harus secara lantang mengutuk aksi militer Israel yang baru-baru ini melancarkan serangan mematikan ke Kamp Pengungsi Ghaith, Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan puluhan warga Palestina meninggal dunia. Menurutnya, serangan yang menyasar warga sipil ini merupakan tragedi kemanusiaan dan pelanggaran hukum humaniter internasional.
Lebih lanjut, serangan Israel ini dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata yang tengah berlangsung, yang terjadi bahkan setelah seluruh sandera dibebaskan.
"Indonesia tidak boleh terjebak dalam forum perdamaian yang justru dipakai untuk melegitimasi penjajahan dan pembantaian,” pungkas Deng Ical menegaskan posisinya.
Kritik ini menyoroti dilema diplomasi Indonesia dalam keterlibatan forum perdamaian internasional untuk konflik Gaza, menimbang antara kontribusi perdamaian dan risiko legitimasi terhadap aksi militer.
Artikel Terkait
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Aniaya Penjual Es Gabus
Fakta Kain Kabah untuk Jeffrey Epstein: Kronologi & Dokumen Rahasia Terungkap
Toxic Leadership Kapolri Listyo Sigit: Analisis Krisis Komunikasi Pemerintahan Prabowo
8 Jenis Pizza Italia Terkenal & Otentik yang Wajib Dicoba