Deddy Corbuzier menegaskan bahwa motivasi utamanya adalah keinginan tulus untuk membantu. Ia menekankan bahwa tujuannya bukan untuk menjadikan sang kakek sebagai bahan wawancara atau konten, melainkan murni untuk membangunkan tempat usaha yang layak agar Sudrajat dapat kembali berjualan dengan nyaman.
Kritik dan Sindiran untuk Oknum Aparat
Dalam pernyataannya, Deddy juga menyampaikan kritik pedas terhadap oknum aparat yang terlibat. Ia mengingatkan agar kekuasaan dan seragam yang dikenakan tidak disalahgunakan untuk menindas masyarakat kecil. Tindakan kekerasan, apalagi terhadap orang yang tidak berdaya, sama sekali tidak dapat dibenarkan.
"Bro, cek dulu. Ya kan, dicek nih... Nah, baru lu samperin. Dan kalau lu samperin juga lu tangkap. Bukan dipukulin," ujar Deddy, menegaskan pentingnya prosedur yang benar dan manusiawi.
Deddy menyayangkan tindakan gegabah oknum tersebut yang hanya berdasarkan kecurigaan tidak berdasar. Ia juga menyindir keberanian oknum yang seolah hanya tumbuh ketika berhadapan dengan warga kecil dan rentan seperti Sudrajat.
Harapan ke Depan
Deddy Corbuzier berharap kasus penjual es gabus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Empati, kemanusiaan, dan perlindungan terhadap masyarakat yang lemah harus selalu menjadi prioritas utama dalam menjalankan tugas maupun kehidupan bermasyarakat.
Artikel Terkait
Bappenas: Program Makan Bergizi (MBG) Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja, Ini Alasannya
Pro Kontra Kasus Es Gabus Spons: Analisis Pandangan Firdaus Oiwobo vs Susno Duadji
Babinsa Serda Heri Dihukum 21 Hari Usai Tuduh Pedagang Es Kue Pakai Spons
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo: Waspada Siasat Dewan Perdamaian AS-Israel Caplok Palestina