Pejabat itu menambahkan, militer Iran telah dalam keadaan siaga tinggi untuk menghadapi skenario terburuk.
Pernyataan Presiden Donald Trump dan Eskalasi Ketegangan
Presiden AS kala itu, Donald Trump, sebelumnya menyatakan, “Kita memiliki armada besar yang menuju ke arah sana dan mungkin kita tidak perlu menggunakannya.” Pernyataan ini justru memperkuat spekulasi bahwa opsi militer tetap terbuka.
Iran memandang pergerakan militer AS sebagai ancaman terhadap kedaulatannya. Dengan mural peringatan dan pernyataan perang, Tehran berupaya memproyeksikan kekuatan dan kesiapan menanggapi setiap agresi.
Armada AS Tiba dalam Hitungan Hari
Diketahui, dalam hitungan hari, rombongan kapal induk AS dan aset militer lainnya akan tiba di kawasan. Pejabat Iran menegaskan, “Jika AS melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Iran, kami akan merespons.” Meski demikian, bentuk respons spesifik tidak dijelaskan lebih lanjut.
Situasi ini menunjukkan eskalasi ketegangan yang telah melampaui pernyataan politik biasa, memasuki ranah simbol kekuatan dan persiapan militer nyata yang mempengaruhi geopolitik global.
Artikel Terkait
Hogi Minaya Jadi Tersangka Usai Kejar Penjambret Istrinya: Kronologi & Proses Hukum Terkini
Suami Jadi Tersangka Usai Kejar Jambret: Kompolnas Soroti Potensi Kriminalisasi Korban
Kasus Pandji Pragiwaksono: Polda Metro Periksa Novel Bamukmin, Pelapor Materi Stand Up Comedy Mens Rea di Netflix
Wali Kota Shariff Aguak Selamat dari Serangan RPG: 3 Penyerang Tewas, Mobil Antipeluru Jadi Penyelamat