4. Aktivitas Fisik Berlebihan
Aktivitas fisik ekstrem dapat memicu lonjakan adrenalin yang mengganggu irama jantung, terutama pada individu dengan kondisi jantung tersembunyi.
Cara Mencegah Henti Jantung: Langkah Protektif
Meski datang tiba-tiba, risiko henti jantung bisa diminimalkan dengan langkah-langkah berikut:
1. Deteksi Dini dengan Medical Check-Up Rutin
Jangan tunggu sakit. Pemeriksaan EKG (elektrokardiogram) berkala dapat mendeteksi gangguan irama atau penebalan otot jantung yang tidak bergejala.
2. Kelola Faktor Risiko Penyakit Jantung
Kontrol tekanan darah, jaga kadar kolesterol, berhenti merokok, dan terapkan pola makan sehat. Menurut riset di The Lancet, pengendalian faktor risiko metabolik menurunkan kemungkinan kejadian jantung koroner pemicu henti jantung.
3. Dengarkan Sinyal Tubuh Saat Beraktivitas
Hentikan olahraga segera jika merasakan nyeri dada, detak jantung tidak teratur, atau pusing hebat. Kenali batas kemampuan tubuh Anda.
4. Pelajari Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan CPR
Karena henti jantung bisa terjadi di mana saja, pengetahuan CPR (RJP) dan cara menggunakan AED (Defibrillator Eksternal Otomatis) dapat menyelamatkan nyawa orang di sekitar Anda.
Kesimpulan
Meninggalnya Lula Lahfah adalah tragedi yang menyadarkan kita bahwa usia muda bukan tameng dari gangguan jantung. Dengan memahami penyebab henti jantung, melakukan pencegahan proaktif melalui gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin, serta membekali diri dengan pengetahuan pertolongan pertama, kita dapat mengurangi risiko silent killer ini dan menjaga kualitas hidup yang lebih baik.
Artikel Terkait
Lokasi Tuhan Menurut Ilmuwan Harvard: 439 Miliar Triliun Km di Cakrawala Kosmik?
Irjen Johnny Eddizon Isir Jadi Kadiv Humas Polri Baru: Profil, Karier, dan Mutasi Kapolri
Longsor Cisarua Bandung Barat: Dedi Mulyadi Kritik Alih Fungsi Lahan Sebagai Penyebab Utama
Tanah Longsor Bandung Barat 2026: 8 Tewas, 82 Orang Hilang - Update Korban & Penyebab