GERD: Gejala, Bahaya, dan Kisah Lula Lahfah yang Meninggal Dunia

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:25 WIB
GERD: Gejala, Bahaya, dan Kisah Lula Lahfah yang Meninggal Dunia

Mengenali gejala GERD sejak dini sangat penting untuk penanganan yang tepat. Gejala yang paling umum adalah:

  • Heartburn: Sensasi terbakar atau panas di dada, seringkali setelah makan dan memburuk saat malam atau berbaring.
  • Regurgitasi: Rasa asam atau pahit di mulut dan tenggorokan akibat naiknya cairan lambung.
  • Nyeri di ulu hati atau dada.
  • Sulit menelan (disfagia).
  • Sensasi seperti ada benjolan di tenggorokan (globus sensation).

Pada kasus tertentu, GERD juga dapat memicu gejala di luar saluran cerna, seperti:

  • Batuk kronis yang tidak kunjung sembuh.
  • Suara serak atau radang pita suara (laringitis).
  • Memburuknya gejala asma.

Komplikasi GERD yang Berbahaya

Jika dibiarkan tanpa penanganan dalam jangka panjang, GERD dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Esofagitis: Peradangan dan luka pada dinding kerongkongan.
  • Striktur Esofagus: Penyempitan kerongkongan akibat jaringan parut dari luka berulang.
  • Esofagus Barrett: Perubahan pada sel-sel lapisan esofagus yang dapat meningkatkan risiko kanker esofagus.

Pentingnya Penanganan dan Pencegahan

Kasus Lula Lahfah mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran terhadap kesehatan pencernaan. Meski penyebab langsung kematiannya masih dalam penyelidikan dan kemungkinan melibatkan beberapa kondisi medis, riwayat GERD yang ia miliki menjadi pelajaran berharga.

Penanganan GERD meliputi perubahan gaya hidup, pengaturan pola makan, dan terapi obat-obatan dari dokter. Konsultasi rutin dengan tenaga medis sangat dianjurkan untuk mencegah penyakit berkembang menjadi komplikasi yang lebih berbahaya.

Halaman:

Komentar