Menurut Purbaya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya sedang dalam tren membaik, yang justru berlawanan arah dengan pelemahan nilai tukar yang terjadi. Ia menegaskan bahwa secara fundamental, tidak ada alasan mendasar bagi Rupiah untuk melemah sedalam ini.
"Yang penting adalah fondasi ekonomi kita arahnya berlawanan dengan nilai tukar pada saat ini. Jadi fondasi ekonomi membaik terus, sementara nilai tukar agak melemah," jelasnya.
Latar Belakang Tekanan pada Rupiah
Pelemahan Rupiah sebelumnya tercatat dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah dan dinamika kebijakan yang terjadi di Bank Indonesia. Tekanan ini menyebabkan Rupiah berada pada posisi yang rentan terhadap gejolak valuta asing.
Pernyataan kontroversial Purbaya ini pun memantik beragam tanggapan, mulai dari dukungan hingga pertanyaan mengenai koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter dalam menstabilkan nilai tukar mata uang nasional.
Artikel Terkait
Kasus Ijazah Jokowi: Menunggu Keputusan Kejaksaan, P21 atau P19?
Jenazah Pramugari Florencia Lolita Wibisono Teridentifikasi Usai Kecelakaan Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung
Hoaks Bumi Kehilangan Gravitasi 7 Detik 12 Agustus 2026: Fakta dan Penjelasan Sains
Barang Pribadi Pramugari Esther Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Pesawat IAT di Gunung Bulusaraung