Rismon kemudian mengungkit fakta bahwa di awal kasus, Eggi-lah yang sangat getol mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi. "Padahal beliau sendiri yang mengundang kami ke UGM 15 April 2025. Kok sekarang," ujarnya.
Maksud Perjuangan Menurut Rismon: Untuk Perbaikan Sistem Negara
Rismon menekankan bahwa perjuangan mereka bukan tentang siapa yang paling jago, melainkan untuk kepentingan yang lebih besar. Menurutnya, kasus ini adalah momentum untuk perbaikan sistem seleksi KPU di masa mendatang.
"Urusannya dengan kita bernegara. Ini yang perlu kita luruskan. Bukan masalah sok jagoan," tegas Rismon.
Ia juga mempertanyakan proses penerbitan SP3 untuk Eggi Sudjana yang dikeluarkan setelah mengajukan restorative justice. Meski demikian, Rismon menyatakan hal itu tidak terlalu penting bagi perjuangan mereka.
Permintaan Terbuka untuk Eggi Sudjana: "Silakan ke Pinggir Lapangan"
Dengan nada tinggi, Rismon menyampaikan pesan terbuka untuk Eggi Sudjana. Ia mempersilakan Eggi untuk mundur jika tidak ingin melanjutkan perjuangan, namun dengan satu syarat.
"Silakan ke pinggir. Kami tidak mencibir. Silakan ke pinggir lapangan gitu loh. Biarkan kami melanjutkan," kata Rismon.
Rismon menegaskan kembali bahwa perjuangan ini murni untuk negara, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Ia berharap tidak ada klaim sepihak jika nanti perjuangan mereka membuahkan hasil.
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Klarifikasi Pertemuan dengan Jokowi: Bukan Minta Maaf, Akhlak Presiden Luar Biasa
Kronologi Lengkap Pengeroyokan Guru di SMK Jambi: Siswa & Guru Saling Lapor Polisi
SnapTik Aman? Panduan Lengkap & Tips Download Video TikTok Tanpa Watermark 2024
5 Syarat SP3 Eggi Sudjana Terbit: Alasan Restorative Justice Menurut Kuasa Hukum