Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran: Analisis Protes Berdarah & Ancaman Balasan

- Senin, 12 Januari 2026 | 10:50 WIB
Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran: Analisis Protes Berdarah & Ancaman Balasan

Trump Matangkan Rencana Serangan Militer ke Iran, Respons Protes Berdarah

Iran telah melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat untuk tidak melakukan serangan militer sebagai respons atas gelombang protes yang mengguncang negara tersebut. Peringatan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump dikabarkan serius mempertimbangkan berbagai opsi tanggapan dari Washington, termasuk serangan militer langsung.

Opsi Militer AS di Meja Presiden Trump

Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa Presiden Trump telah menerima pengarahan mengenai sejumlah opsi untuk melancarkan serangan militer di Iran, yang mencakup target sipil tertentu. Meski opsi militer sedang dipertimbangkan secara serius, langkah ini menuai pertanyaan dari anggota parlemen AS dari kedua partai, Republik dan Demokrat, mengenai apakah pendekatan militer merupakan solusi terbaik.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Trump dijadwalkan menerima pengarahan lebih mendalam pada Selasa mengenai opsi spesifik menanggapi protes di Iran. Pertemuan tersebut akan melibatkan pejabat tinggi pemerintah untuk membahas langkah strategis selanjutnya.

Rentetan Opsi Selain Serangan Langsung

Selain opsi serangan militer konvensional, pilihan lain yang sedang dikaji meliputi:

  • Memperkuat dukungan terhadap sumber-sumber anti-pemerintah secara online.
  • Meluncurkan serangan siber rahasia terhadap situs militer dan sipil Iran.
  • Menjatuhkan sanksi ekonomi lebih lanjut terhadap rezim Tehran.

Korban Jiwa Protes Melonjak, Internet Dibatasi

Halaman:

Komentar