Mahfud menyoroti pertemuan para kiai di Ploso yang dipimpin Kiai Huda Jazuli. Ia menyebut pesan moral dari pertemuan itu adalah penyelesaian konflik dengan kepala dingin, bukan saling serang di media.
Ia membandingkan situasi sekarang dengan era keemasan NU, di mana petuah kiai karismatik seperti Kiai As'ad, Kiai Ali Maksum, dan Kiai Ahmad Siddiq dihormati tanpa bantahan.
Peringatan Keras: NU Bukan Perusahaan Terbatas (PT)
Kritik paling tajam Mahfud MD adalah peringatan bahwa keterlibatan dalam perebutan kepentingan ekonomi, khususnya tambang, berisiko menghilangkan jati diri NU.
Ia bahkan menyindir keras potensi perubahan orientasi organisasi dari lembaga keagamaan menjadi layaknya perusahaan.
Pernyataan Mahfud MD ini menambah daftar panjang kekhawatiran tokoh Nahdliyin terhadap eskalasi konflik internal dan potensi keterlibatan NU yang terlalu jauh dalam politik serta bisnis.
Artikel Terkait
Gibran Rakabuming Raka Dikritik Netizen Usai Lakukan Pelanggaran Tangan Saat Main Bola di Wamena
Necla Ozmen Klaim Putri Donald Trump, Minta Tes DNA: Fakta dan Kronologi
Bangkai Pesawat ATR 42 Hancur di Gunung Bulusaraung: Evakuasi 10 Korban Dilakukan
SP3 Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis: Intervensi Politik atau Restorative Justice?