Pengadilan menetapkan Bolsonaro sebagai otak utama dan penerima manfaat dari skema sistematis yang dirancang untuk mencegah Lula menduduki kursi kepresidenan pada 2023.
Meski demikian, proses hukum masih berlanjut karena pengadilan belum mengeluarkan perintah penangkapan permanen. Bolsonaro masih memiliki hak untuk menyelesaikan proses banding atas vonis yang dijatuhkan kepadanya.
Selama lebih dari 100 hari, Bolsonaro menjalani tahanan rumah intensif akibat dugaan pelanggaran aturan pencegahan dalam kasus terpisah. Kasus ini berkaitan dengan upaya campur tangan yang diduga melibatkan pihak Amerika Serikat untuk menghentikan proses pidana terhadap dirinya.
Artikel Terkait
Gaji Pegawai Pajak 2024: Tunjangan Kinerja (Tukin) Capai Rp100 Juta+ Per Bulan
Keracunan Massal MBG Soto Ayam di Mojokerto: 261 Siswa Terdampak, 121 Dirawat
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak Kandung & Tuntutan Rp 7 Miliar: Fakta Terbaru
Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran: Analisis Protes Berdarah & Ancaman Balasan