Dalam situasi terdesak, Sahroni mengaku kehilangan kepercayaan pada siapa pun. Ia merasa harus berjuang sendirian menyelamatkan nyawa dari ancaman yang sudah masuk hingga ke dalam rumahnya. "Saya dalam keadaan hari itu tidak percaya sama satu orang pun," ujarnya.
Barang-Barang Personal yang Turut Dijarah
Lebih dari sekadar penjarahan harta benda, aksi massa juga menyasar barang-barang personal tak ternilai. Dengan nada tak percaya, Sahroni mengungkapkan bahwa bahkan pakaian dalamnya pun tidak luput dari penjarahan. "Bapak Ibu, kolor aja saya diambil," tuturnya.
Kebrutalan massa berlanjut dengan pencurian barang-barang sepele seperti sikat gigi hingga kenangan paling pribadi berupa foto keluarga. "Kebayang Bapak Ibu, foto keluarga pun dicuri," sambungnya.
Pasrah di Puncak Keputusasaan
Di puncak keputusasaan, Sahroni mengaku telah memasrahkan segalanya kepada takdir. Ia merasa ikhlas jika memang harus meregang nyawa dalam peristiwa tragis tersebut. "Kalaupun hari itu saya meninggal, saya sudah ikhlasin," tutupnya.
Artikel Terkait
Berkas Epstein Dibuka: Memo FBI Sebut Trump Dikendalikan Israel, Benarkah?
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Aniaya Penjual Es Gabus
Fakta Kain Kabah untuk Jeffrey Epstein: Kronologi & Dokumen Rahasia Terungkap
Kritik DPR: Iuran Indonesia Rp16,7 Triliun di Dewan Perdamaian Gaza Dikhawatirkan Dukung Militer Israel