Skema Business to Business Whoosh
Ferdinand menekankan bahwa tidak ada data yang mendukung klaim Whoosh sebagai investasi sosial. Proyek ini menggunakan skema business to business (B2B), sehingga menurutnya tidak logis jika disebut sebagai investasi sosial.
"Karena ini B to B, business to business, saya tidak mengerti kalau sekarang Pak Jokowi mengatakan ini investasi sosial," kata Ferdinand Hutahaean.
Penyebab Kerugian Kereta Cepat Whoosh
Menurut analisis Ferdinand, kerugian yang dialami Kereta Cepat Whoosh sejak beroperasi disebabkan karena moda transportasi ini belum menjadi pilihan utama masyarakat. Dia meyakini jika Whoosh sudah menjadi transportasi andalan masyarakat, maka kerugian tidak akan terjadi.
Latar Belakang Pernyataan Jokowi
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan bahwa proyek Kereta Cepat Whoosh merupakan investasi sosial yang tidak bertujuan mencari keuntungan finansial. Pembangunan Whoosh disebut sebagai solusi mengatasi kerugian ekonomi akibat kemacetan parah di kawasan Jabodetabek dan Bandung selama puluhan tahun.
Artikel Terkait
Bappenas: Program Makan Bergizi (MBG) Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja, Ini Alasannya
Pro Kontra Kasus Es Gabus Spons: Analisis Pandangan Firdaus Oiwobo vs Susno Duadji
Babinsa Serda Heri Dihukum 21 Hari Usai Tuduh Pedagang Es Kue Pakai Spons
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo: Waspada Siasat Dewan Perdamaian AS-Israel Caplok Palestina