Keputusan Hidup Kapten Yamasaki
Nasihat Agus Salim berhasil. Kapten Yamasaki pun mengurungkan niatnya dan memilih untuk pulang ke Jepang dan kembali menjadi seorang guru. Kesaksian istri Agus Salim, Zainatun Nahar, yang berkunjung ke Jepang pada 1955, mengungkapkan bahwa Yamasaki ternyata masih hidup dan saat itu sedang mengelola sebuah sekolah keterampilan rumah tangga. Zainatun menceritakan bahwa Yamasaki tampaknya tidak menyesali keputusannya untuk tidak bunuh diri sepuluh tahun sebelumnya.
Profil dan Jasa Haji Agus Salim untuk Indonesia
Haji Agus Salim, yang lahir dengan nama Mashudul Haq di Koto Gadang, Sumatra Barat, pada 8 Oktober 1884, adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. Presiden pertama Indonesia, Ir. Sukarno, memberinya julukan "The Grand Old Man" karena kepiawaiannya dalam berdiplomasi di kancah internasional.
Perannya sangat vital dalam memperjuangkan pengakuan kedaulatan Indonesia, termasuk memuluskan pengakuan dari negara-negara Arab dan melakukan lobi-lobi penting untuk Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama masa revolusi (1945-1949). Haji Agus Salim wafat pada 4 November 1954, meninggalkan warisan diplomasi dan nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam.
Artikel Terkait
Bappenas: Program Makan Bergizi (MBG) Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja, Ini Alasannya
Pro Kontra Kasus Es Gabus Spons: Analisis Pandangan Firdaus Oiwobo vs Susno Duadji
Babinsa Serda Heri Dihukum 21 Hari Usai Tuduh Pedagang Es Kue Pakai Spons
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo: Waspada Siasat Dewan Perdamaian AS-Israel Caplok Palestina