Mahfud MD Bongkar Skema Whoosh dari Jepang Beralih ke China
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD dalam podcast resminya mengungkap fakta mengejutkan terkait proyek Whoosh. Awalnya, proyek ini ditawarkan kepada Jepang dengan skema Government to Government (G2G).
"Disepakati pada waktu itu berdasarkan hitungan ahli dari UI dan UGM, itu bisa dibangun dengan bunga 0,1 persen dengan Jepang. Tiba-tiba sesudah Jepang minta kenaikan sedikit, oleh pemerintah dibatalkan, dipindah ke China," jelas Mahfud MD.
Alasan Penolakan Ignasius Jonan terhadap Proyek Whoosh
Mahfud MD juga mengonfirmasi bahwa Ignasius Jonan termasuk salah satu pihak yang menolak proyek kereta cepat ini. Penolakan tersebut berdasarkan pertimbangan kelayakan ekonomi proyek.
"Ketika mau dipindah ke China, waktu itu Menteri Perhubungan, Pak Ignasius Jonan, menyatakan tidak setuju. 'Ini tidak feasible', kata Pak Jonan. Pak Jonannya dipecat, digantikan," tegas Mahfud MD.
Selain Jonan, pakar transportasi Agus Pambagio juga termasuk yang sejak awal menilai proyek Whoosh tidak layak untuk dijalankan.
Artikel Terkait
Militer AS Siap Serang Iran: Pentagon Laporkan Kesiapan Penuh ke Trump, Iran Balas dengan 1.000 Drone Baru
Bappenas: Program Makan Bergizi (MBG) Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja, Ini Alasannya
Pro Kontra Kasus Es Gabus Spons: Analisis Pandangan Firdaus Oiwobo vs Susno Duadji
Babinsa Serda Heri Dihukum 21 Hari Usai Tuduh Pedagang Es Kue Pakai Spons