Rofik menilai eskalasi politik mulai berubah. Kekuasaan pemerintahan yang masih dipegang Jokowi menganggap Airlangga, yang saat itu menjadi Ketum Golkar, sebagai ancaman. Jokowi diduga khawatir sosok Airlangga tidak mampu mengawal Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden ke depannya.
Kekhawatiran inilah yang kemudian memunculkan dua nama kuat, yaitu Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) dan Bahlil Lahadalia. Namun, kekuasaan lebih memercayai Bahlil untuk menjadi Ketum Golkar. Munas akhirnya digelar pada Agustus 2024, dengan kehadiran Jokowi yang menggunakan baju khas berwarna kuning di acara tersebut.
Pidato Kontroversial Bahlil tentang "Raja Jawa"
Setelah terpilih secara aklamasi tanpa pertarungan, Bahlil melontarkan pernyataan yang menggemparkan publik. Dalam pidato visi dan misinya di Munas XI Partai Golkar, ia meminta kader partai untuk tidak main-main dengan sosok yang disebutnya sebagai "Raja Jawa".
Bahlil mengingatkan bahwa bermain-main dengan sosok tersebut bisa membawa celaka. "Raja Jawa ini kalau kita main-main celaka kita. Saya mau kasih tahu saja jangan coba-coba main dengan barang ini. Waduh ngeri-ngeri sedap barang ini," ujarnya di Jakarta Convention Center, Rabu, 21 Agustus 2024. Meski kontroversial, Bahlil tidak menjelaskan secara spesifik sosok raja yang ia maksud.
Artikel Terkait
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra: Tambang Agincourt Milik Astra Dialihkan ke Perminas
Hotman Paris Bantu Korban Es Gabus Viral: Perempuan Pemicu Fitnah Dicari
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?
Kisah Penjual Es Kue Suderajat Viral: Aparat Minta Maaf, Bantuan Motor hingga Beasiswa Anak Mengalir