Menurut Vance, informasi awal yang diterima Washington menunjukkan penyerangan terhadap pasukan Israel dilakukan oleh kelompok bersenjata di Rafah. "Kami sudah memperkirakan Israel akan membalas. Tapi saya kira perdamaian yang dijanjikan Presiden Donald Trump akan tetap berlaku meski ada kejadian ini," tambahnya.
Komunikasi Antara Israel dan AS
Dua pejabat AS yang dikutip Associated Press mengungkapkan Israel telah memberi tahu Gedung Putih sebelum melancarkan serangan balasan. Namun, hal ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana AS menoleransi tindakan Israel yang melanggar semangat gencatan senjata.
Pernyataan Pihak Israel dan Hamas
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menuduh Hamas sengaja menyerang tentaranya di Rafah dan bersumpah kelompok itu akan membayar mahal atas pelanggaran tersebut. Di sisi lain, Hamas membantah tuduhan itu dan menyebut serangan Israel sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani di Sharm El Sheikh, Mesir.
Kelompok perlawanan tersebut menegaskan tidak ada serangan terhadap pasukan Israel dan menuduh Tel Aviv mencari-cari alasan untuk melanjutkan agresinya ke Gaza.
Artikel Terkait
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Analisis Lengkap Strategi Pengalihan Isu & Dampak Restorative Justice
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra: Tambang Agincourt Milik Astra Dialihkan ke Perminas
Hotman Paris Bantu Korban Es Gabus Viral: Perempuan Pemicu Fitnah Dicari
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?