Pertumbuhan kredit Permata Bank didorong oleh kinerja segmen Korporasi yang tumbuh 8,2 persen yoy menjadi Rp93,9 triliun dan segmen Komersial yang meningkat 10,4 persen yoy menjadi Rp20,9 triliun.
Kualitas aset bank tetap solid dengan NPL Gross yang terjaga di level 2,1 persen. Sementara itu, Loan at Risk (LAR) menunjukkan perbaikan menjadi 7 persen, turun dari 8 persen pada tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasi risiko kredit, bank telah membentuk NPL Coverage Ratio sebesar 351 persen dan LAR Coverage Ratio sebesar 107 persen.
Likuiditas dan Permodalan yang Kuat
Dari sisi likuiditas, Permata Bank menunjukkan posisi yang sangat kuat dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) rata-rata sebesar 292,9 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 132,9 persen hingga akhir September 2025.
Struktur permodalan bank juga tergolong sangat kuat dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 35 persen dan Common Equity Tier-1 (CET-1) sebesar 26,8 persen. Rasio permodalan yang tinggi ini menempatkan Permata Bank sebagai salah satu bank dengan struktur permodalan terkuat di Indonesia.
Kinerja Unit Usaha Syariah (UUS)
Unit Usaha Syariah (UUS) Permata Bank juga mencatatkan kinerja yang solid dengan Laba Operasional sebelum Provisi naik 12 persen yoy menjadi Rp598,6 miliar. Pertumbuhan ini didukung oleh Pendapatan Setelah Distribusi Bagi Hasil yang tumbuh 9,4 persen yoy serta efisiensi biaya operasional.
Simpanan nasabah UUS meningkat menjadi Rp26,9 triliun, dengan pertumbuhan CASA yang mencapai 15,1 persen yoy. Rasio CASA UUS naik menjadi 66,1 persen, lebih tinggi dari rata-rata industri perbankan syariah nasional.
Artikel Terkait
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Analisis Lengkap Strategi Pengalihan Isu & Dampak Restorative Justice
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra: Tambang Agincourt Milik Astra Dialihkan ke Perminas
Hotman Paris Bantu Korban Es Gabus Viral: Perempuan Pemicu Fitnah Dicari
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?