KH Nur Ihya menilai bahwa kritik yang disampaikan oleh Trans7 tersebut sebenarnya tidak bersifat tajam atau menyerang. Oleh karena itu, ia meminta para santri dan alumni pesantren untuk dapat bersikap lebih terbuka terhadap kritik yang membangun, guna perbaikan diri dan lembaga di masa depan.
“Menurut saya, kritik Trans7 itu tidak begitu tajam. Jangan terlalu sensi. Ambil sisi positifnya sebagai bahan introspeksi. Kadang-kadang saya juga menegur santri untuk membersihkan kamarnya — itu bagian dari pendidikan,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, KH Nur Ihya juga mengingatkan bahwa orang yang tidak pernah merasakan kehidupan di pesantren seharusnya tidak terburu-buru mengambil tindakan emosional atau mengancam pihak lain. “Kalau yang tidak pernah mondok, jangan langsung marah, mengancam, tidak sebegitunya. Ketika kiai dihina habib, tidak terketuk hatinya. Ini dunia yang terbalik,” tegasnya.
Pernyataan KH Nur Ihya ini menjadi sorotan publik di tengah meningkatnya tensi antara kalangan pesantren dan media, setelah tayangan yang dianggap merendahkan lembaga pendidikan Islam tradisional tersebut viral di media sosial.
Sumber: suaranasional.com
Foto: Aksi Santri Geruduk Kantor Trans7/Net
Artikel Terkait
Discombobulator: Senjata Rahasia AS Lumpuhkan Roket Rusia & China di Venezuela
USS Abraham Lincoln Siap Serang Iran dalam 1-2 Hari: AS Kerahkan Pesawat Tempur, UEA Tolak
Kemajuan ICBM dan Produksi Nuklir Korea Utara: Ancaman Global yang Makin Nyata
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi