Merespons pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak membayar utang Whoosh menggunakan APBN, Ubed justru membenarkan sikap tersebut. Ia menegaskan bahwa dari awal, proyek ini adalah kerja sama bisnis antara perusahaan China dengan BUMN Indonesia, dalam hal ini PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Oleh karena itu, tanggung jawab penyelesaian utang yang mencapai ratusan triliun rupiah kepada China Development Bank seharusnya dibebankan kepada BUMN, bukan menjadi beban negara melalui APBN. Ubed menyimpulkan bahwa pendapat Purbaya agar Danareksa yang menyelesaikan masalah ini adalah langkah yang rasional, mengingat BUMN sudah berada dalam kendali Danareksa.
Artikel Terkait
Habib Rizieq Kritik Pandji Pragiwaksono: Jangan Lecehkan Salat, Demo dan Laporan Polisi Bergulir
Menlu Sugiono: Indonesia Masuk Mode Survival Hadapi Dunia yang Semakin Abu-Abu
FPI Laporkan Pandji Pragiwaksono ke Polisi: Tuding Penistaan Agama di Stand Up Comedy Mens Rea
Yoon Suk Yeol Dituntut Hukuman Mati: Kronologi, Fakta, dan Jadwal Putusan