Merespons pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak membayar utang Whoosh menggunakan APBN, Ubed justru membenarkan sikap tersebut. Ia menegaskan bahwa dari awal, proyek ini adalah kerja sama bisnis antara perusahaan China dengan BUMN Indonesia, dalam hal ini PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Oleh karena itu, tanggung jawab penyelesaian utang yang mencapai ratusan triliun rupiah kepada China Development Bank seharusnya dibebankan kepada BUMN, bukan menjadi beban negara melalui APBN. Ubed menyimpulkan bahwa pendapat Purbaya agar Danareksa yang menyelesaikan masalah ini adalah langkah yang rasional, mengingat BUMN sudah berada dalam kendali Danareksa.
Artikel Terkait
Kronologi Lengkap & Motif Pembunuhan Alvaro Kiano oleh Ayah Tiri, Alex Iskandar
Download Snack Video Tanpa Watermark 2024: Mudah, Cepat & Gratis
Gus Yahya Tantang Rais Aam Selesaikan Pemecatan di Muktamar PBNU 2026: Ini Jadwal dan Klaimnya
Gus Yahya Bantah Pemecatannya dari Ketum PBNU: Ini Alasan Suratnya Tidak Sah