Luhut menjelaskan jika pemerintah menaikkan harga nikel, konsumen akan beralih ke alternatif lain.
Ia menegaskan bahwa harga nikel saat ini merupakan upaya Indonesia untuk mengendalikan harganya.
Luhut menyebut komoditas nikel akan masih dibutuhkan dunia hingga belasan tahun mendatang.
“Jadi ini kalau kita juga membikin harga itu ketinggian orang akan cari alternatif lain. Teknologi berkembang sangat cepat. Oleh karena itu kita mencari keseimbangan benar. Keseimbangan supaya betul-betul barang kita nih tetap masih dibutuhkan sampai beberapa belas tahun yang akan datang,” jelasnya.
Selain itu, Luhut mengungkapkan bahwa bahan baku lithium battery masih bisa didaur ulang.
Berbeda dengan LFP yang akan sampai hari ini masih belum bisa untuk didaur ulang.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ayojakarta.com
Artikel Terkait
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Aniaya Penjual Es Gabus
Fakta Kain Kabah untuk Jeffrey Epstein: Kronologi & Dokumen Rahasia Terungkap
Kritik DPR: Iuran Indonesia Rp16,7 Triliun di Dewan Perdamaian Gaza Dikhawatirkan Dukung Militer Israel
Toxic Leadership Kapolri Listyo Sigit: Analisis Krisis Komunikasi Pemerintahan Prabowo