Bahwa gagasan-gagasan tersebut perlu bersatu demi menciptakan keharmonisan, tanpa terpengaruh oleh perbedaan suku, agama, atau ras.
Baca Juga: Ibu Pengemis 'Aaa Kasihan Aa' Tidak Alami Kekerasan dari Suami, Ini Fakta Sesungguhnya!
"Pesan saya pesan kebangsaan ya, bahwa kita itu bukan sekadar fisik bangsa, tapi juga ide dan gagasannya harus menyatu di situ. Intinya, bangsa itu adalah nations. Tadi saya menyampaikan tentang nations, notions itu adalah gagasan besar dalam kebersatuan kita, di mana kita tidak boleh bermusuhan karena perbedaan, baik itu suku, agama, atau ras," ungkap Mahfud dengan penuh semangat usai acara.
Selain itu, Mahfud juga mengingatkan jemaat akan pentingnya memilih pemimpin dengan hati nurani.
Beliau menekankan bahwa setiap individu memiliki standar dan kriteria masing-masing dalam menilai layak atau tidaknya seorang pemimpin.
Baca Juga: Tragedi Bayi Dibuang di Banyuwangi, Pelaku Siswi SMP Berusia 14 Tahun Ditangkap
Bahkan, dengan lugas Mahfud menyatakan bahwa dirinya tidak berani meminta masyarakat untuk memilihnya.
Melainkan memberikan keputusan sepenuhnya kepada mereka untuk menilai kinerja dan rekam jejaknya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: idncitizen.com
Artikel Terkait
Discombobulator: Senjata Rahasia AS Lumpuhkan Roket Rusia & China di Venezuela
USS Abraham Lincoln Siap Serang Iran dalam 1-2 Hari: AS Kerahkan Pesawat Tempur, UEA Tolak
Kemajuan ICBM dan Produksi Nuklir Korea Utara: Ancaman Global yang Makin Nyata
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi