Pertama, ujar Najih, pemerintah saat itu perlu menundukkan gerakan NII. Kedua, NII dapat bermanfaat untuk meredam aksi Partai Komunis Indonesia (PKI).
“Karena dua hal ini, kemudian dari situ Panji Gumilang mengenal banyak perwira intelijen. Pada akhirnya (Panji) menjadi agen aktif di BIN (Badan Intelijen Negara),” jelas Najih.
Panji diketahui memanfaatkan kedekatannya dengan beberapa tokoh intelijen sehingga ia dapat mendirikan Ponpes Al Zaytun.
Panji mendapatkan perlakuan spesial karena tidak ditangkap oleh pemerintah. Padahal rekan seperjuangannya di NII satu per satu diciduk.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Alasan Ahok Mundur dari Pertamina: Beda Pandangan Politik dengan Jokowi Terungkap di Sidang
Eskalasi Iran-AS 2024: Jenderal AS Tiba di Israel, Iran Siap Serang Duluan
Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo ke Polisi: Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi
Aturan Baru BGN: Larangan Bawa Pulang Makanan MBG, Ini Tujuan & Dampaknya