Dia menambahkan, AS mendorong Israel dan badan keamanannya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan serangan liar itu.
Berbicara pada pertemuan di Tel Aviv, yang diselenggarakan oleh Inisiatif Jenewa, dia berkata, "Kami tidak mendukung dan menyaksikan kekerasan pemukim. Saya sudah sangat jelas dan sangat spesifik bahwa kami tidak akan berdiam diri, dan kami mendorong Israel mengambil tindakan apa pun yang perlu mereka ambil untuk menghentikan orang-orang itu. Pada saat yang sama, hati saya hancur untuk keluarga yang kehilangan orang yang dicintai 48 jam yang lalu. Hati saya hancur untuk semua keluarga ini."
Menurut The Times of Israel, 15 orang Israel dan 20 orang Palestina dari Nablus, Hebron, Jenin dan desa-desa di sebelah Turmus Ayya, yang diserang oleh para pemukim pada Rabu, hadir dalam acara itu.
Dia menjelaskan, "Kita tidak bisa menginginkan perdamaian lebih dari para pihak menginginkan perdamaian. Orang-orang harus menginginkannya. Dibutuhkan generasi berikutnya. Generasi orang inilah yang harus menuntut para politisi untuk melakukan hal yang benar. Ruangan ini adalah masa depan. Jangan dengarkan para politisi itu. Mereka bukan masa depan. Kamu adalah masa depan."
Pemukim Israel telah melancarkan serangkaian serangan di beberapa desa dan kota di wilayah Ramallah, Al-Bireh dan Nablus, yang mengakibatkan kematian seorang pemuda, pembakaran puluhan rumah dan kendaraan serta kerusakan properti Palestina.
Sumber: sindo
Artikel Terkait
Polisi dan TNI Minta Maaf, Hasil Lab Buktikan Es Gabus Aman dari Spons
Bahaya Gas Tertawa Whip Pink: BNN Peringatkan Risiko Kematian Pasca Kasus Lula Lahfah
Bahaya Nge-Whip: Henti Jantung Mendadak hingga Risiko Fatal Nitrous Oxide
Discombobulator: Senjata Rahasia AS Lumpuhkan Roket Rusia & China di Venezuela